Untuk itulah, Timnas Indonesia harus mampu memaksimalkan enam laga tersisa. Dari enam laga tersisa itu, empat di antaranya digelar di kandang sendiri.
“Kita hitung aja. Hitungan kita kan begini ya, kita tinggal 6 kali main, 4 kali tuan rumah dan 2 kali kita away (tandang). Dan tandangnya itu di Jepang sama Australia. Jadi 4 (sebagai tuan rumah) ini harus dapat poin kan. Lawan Bahrain, lawan China kita berharap poinnya full,” kata Arya di Jakarta, Rabu (30/10/2024) kemarin.
“Itu (lawan China dan Bahrain di kandang) pun belum tentu lewat kan. Dan kemudian kita harus full juga karena kita kalah lawan China. Bener gak? Kan kita kalah lawan China ini,” tuturnya.
“Kalau gak mau (kesulitan), kita Arab Saudi juga harus mau gak mau kan harus full juga. Jepang ya kita harus dapat ya mudah-mudahan dapat poin. Sehingga kita bisa masuk di 4 besar,” tambah pria berkacamata itu.
Empat pertandingan kandang yang tersisa untuk Timnas Indonesia adalah melawan Jepang, (15/11/2024), Arab Saudi (19/11/2024), Bahrain (25/3/2025), dan China (5/6/2025). Empat pertandingan itu diharapkan menjadi ladang poin bagi Skuad Garuda.
Sementara, untuk dua laga tandang tersisa, Arya berharap Timnas Indonesia bisa memberikan yang terbaik. Dua laga tandang bagi Timnas Indonesia di putaran ketiga adalah melawan Australia (20/3/2025), dan Jepang (10/6/2025).
“Kita kan kalau untuk di Australia dan di Jepang kita berusaha realistis ya. Berusaha realistis bahwa mungkin 'dapat poinnya syukur Alhamdulillah bang.' Maka kita harus maksimalkan di ketika kita tuan rumah,” tukasnya.