“Kami punya tim. Timnya memang bekerja untuk mencari pemain. Kenapa? Ketum PSSI yang sekarang ini namanya Erick Thohir, dia (pernah) punya Inter Milan, sudah biasa cari pemain untuk kebutuhan Inter Milan. Jadi cari pemain bagi dia gampang, itu pertama,” tutur Arya dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (7/5/2024).
“Yang kedua, timnya inilah yang mencari dan tidak ada satu pun uang transfer untuk pemain naturalisasi sekarang, jadi tidak ada ya. Bahkan, keberangkatan mereka pun ke sini, tiketnya, bawa orang tua dan sebagainya, itu ada aturannya,” dia menegaskan.
Arya mengungkap faktor yang membuat para pemain keturunan ingin memperkuat Timnas Indonesia. Salah satu contohnya adalah karena mereka semua memiliki peluang untuk bisa bermain di olimpiade dan punya kans untuk berlaga di Piala Dunia 2026 walau perjalanannya masih panjang.
“Nah kenapa mereka mau (dinaturalisasi)? Yang pertama, mereka lihat peluang Indonesia. Makin ke sini kita makin laku. Sekarang mau masuk olimpiade, mereka kalo masuk ke Timnas Belanda, belum tentu bisa masuk, iya kan?” ucapnya.
“Kan persaingannya terlalu ketat, di Belanda itu tidak hanya 22 pemain jagoan. Pemain timnasnya 22, bisa 100, 1.500, ga jauh beda kesetaraannya. Nah, mereka untuk bertarung ke timnasnya kan berat, ini ada peluang untuk bisa juga. Itu juga satu kesempatan bagi mereka ada peluang. Ini dari sisi karier ya,” ujarnya.
“Dari sisi yang lain ya itu, karena dia punya darah Indonesia. Jadi banyak, tidak hanya satu faktor. Faktor kebangsaannya ada, ada faktor opportunity. Misalnya seperti ini, Rafael tuh masih muda, bisa nggak dia masuk tim olimpiade Belanda? Makin banyak gak pemain naturalisasi yang pengen masuk Indonesia? Makin banyak, ini memang Indonesia makin menarik,” ucap Arya.