Pelatih asal Belanda tersebut tidak menyembunyikan kekecewaannya. Dia menilai laga melawan tim besar seharusnya bisa digelar di hadapan suporter sendiri.
“Mengecewakan pertandingan ini tidak bisa digelar di Yogyakarta. Ini sebenarnya adalah momen yang sudah lama ditunggu untuk melawan tim besar seperti Persija,” ucapnya.
Menurut dia, dukungan suporter di laga kandang memiliki dampak besar terhadap motivasi pemain. Atmosfer stadion biasanya menjadi energi tambahan bagi tim.
Meski begitu, PSIM tetap harus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Fokus dan mentalitas menjadi kunci untuk menghadapi laga penting ini.
Pertandingan melawan Persija menjadi momen krusial bagi PSIM. Hasil positif dibutuhkan untuk menghentikan tren buruk sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim.