Memasuki babak kedua, PSIM Yogyakarta mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, justru Bali United menambah keunggulan melalui Irfan Jaya pada menit ke-55, membuat skor berubah menjadi 3-0.
Tertinggal tiga gol tidak membuat pasukan Jean Paul Van Gastel menyerah. Savio Sheva memperkecil ketertinggalan lewat gol pada menit ke-65, menghidupkan asa tuan rumah.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan PSIM Yogyakarta. Hasilnya terlihat pada menit ke-88 saat Ricky Fajrin melakukan gol bunuh diri yang mengubah skor menjadi 2-3.
Momentum sepenuhnya berpihak kepada Laskar Mataram. Pada menit 90+1, Franco Mingo mencetak gol penyama kedudukan yang membuat stadion bergemuruh dan memaksa Bali United pulang dengan satu poin.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-3 tetap bertahan. PSIM Yogyakarta menunjukkan mental kuat setelah bangkit dari ketertinggalan tiga gol, sementara Bali United gagal mempertahankan keunggulan besar.
PSIM Yogyakarta (4-2-3-1): Cahya Supriadi (GK), Raka Cahyana, Franco Ramos Mingo, Jop van den Avert, Yusaku Yamadera, Fahreza Sudin, Rakhmatsho Rakhmatzoda, Ezequiel Vidal, Ze Valente, Riyatno Abiyoso, Nermin Haljeta.
Pelatih: Jean Paul Van Gastel
Bali United (4-3-3): Mike Hauptmeijer (GK), Thijmen Goppel, Kadek Arel, Joao Silva, Ricky Fajrin, Kadek Agung, Tim Receveur, Teppei Yachida, Rahmat Arjuna, Boris Kopitovic, Irfan Jaya.
Pelatih: Johnny Jansen