Jumlah tersebut tetap tak cukup untuk keluar dari zona merah. Tim di atas batas aman, Madura United, sudah mengoleksi 29 poin hingga pekan ke-30, sehingga jarak tak mungkin lagi terkejar.
Perjalanan PSBS Biak sepanjang musim memang penuh tekanan. Selain performa di lapangan yang merosot, klub asal Biak Numfor juga dihantam persoalan internal yang serius.
Pada April 2026, mencuat kasus tunggakan gaji pemain yang menjadi sorotan publik. Sejumlah pemain seperti Kadu, Ruyery Blanco, dan Mohcine Nader mengunggah surat pernyataan di media sosial.
Dalam pernyataan tersebut, mereka mendesak keseriusan klub, federasi, dan operator liga untuk menyelesaikan masalah krusial terkait hak finansial yang belum dibayarkan.
Dampak dari polemik itu terlihat jelas di performa tim yang terus merosot. Puncaknya terjadi saat kekalahan dari Persebaya, yang sekaligus mengunci nasib PSBS Biak terdegradasi ke kasta kedua Liga Indonesia musim depan.