Profil Gabriel Batistuta: Legenda Timnas Argentina yang Benci Sepak Bola

Tika Vidya Utami
Striker Timnas Argentina era 1990-an, Gabriel Batistuta. (Foto: Twitter/@SoccerSinner)

Tak heran, pada masa itu Fiorentina yang diperkuat Batistuta tergabung dalam tujuh klub jagoan Serie A. Fiorentina bersama Juventus, AC Milan, Inter Milan, AS Roma, Lazio dan Parma, lebih mudah dikenal dengan sebutan Il Sette Magnifico atau Tujuh Keajaiban.

Kesetiaan Batistuta diuji pada akhir 2000-an. Kesulitan menjuarai liga, dia diiming-imingi bergabung oleh sejumlah klub raksasa yakni Real Madrid dan Manchester United. Namun, Batistuta lebih memilih AS Roma pada 2000.

Rui Costa dan Batistuta di Fiorentina. (Foto: Planet Football)

Baru semusim bergabung, Batistuta langsung menjadi tumpuan AS Roma di lini depan. Hasilnya manis, karena klub Ibu Kota Italia itu sanggup menjuarai Liga Italia Serie A musim 2000/2001. 

Di AS Roma, Batistuta tetap tampil tajam. Dia mampu menghasilkan 33 gol dari 87 penampilan di segala ajang. Kemudian pada 2003, Batistuta dilepas ke Inter Milan dengan status pinjaman. Namun ketika di Inter Milan, perjalanannya tidak mulus. Dia hanya mampu mencetak 2 gol dari 12 laga.

Batistuta kemudian dilepas ke Tim Qatar Al-Arabi. Dia tampil 20 kali dan mencetak 26 gol.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
Soccer
7 hari lalu

Deal Menit Akhir! Juventus Kantongi Cuan dari Transfer Bek Senior

Soccer
17 hari lalu

Frustrasi Gagal ke MU, Emiliano Martinez Siap Berpetualang ke Serie A

Soccer
17 hari lalu

Hasil Lengkap Liga Europa: Aston Villa Bungkam Fenerbahce, AS Roma Hajar Stuttgart

Soccer
17 hari lalu

AS Roma Bidik Yannick Carrasco, Gaji Fantastis Jadi Batu Sandungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal