Ketertarikan terhadap Brahim tidak hanya datang dari satu klub. Laporan Repubblica yang dikutip CalcioMercato menyebut Inter Milan membahas lima pemain Real Madrid dalam pertemuan antara Presiden Inter, Beppe Marotta, dan Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Selain Nico Paz, nama lain yang masuk pembahasan adalah Franco Mastantuono, Endrick, Arda Guler, Rodrygo, dan Brahim Diaz. Namun dari seluruh nama tersebut, Brahim disebut sebagai target yang paling sulit direkrut.
Alasannya cukup jelas. Real Madrid dikabarkan sedang membahas perpanjangan kontrak Brahim hingga 2030. Langkah itu menunjukkan klub masih melihat dia sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang.
Di sisi lain, Juventus juga tidak tinggal diam. Klub asal Turin tersebut telah menunjukkan minat serius untuk mendatangkan Brahim. Pelatih Luciano Spalletti disebut sangat mengagumi kualitas pemain berusia 25 tahun itu dan menjadikannya target utama untuk memperkuat sektor gelandang serang pada bursa transfer musim panas.
Kontak awal bahkan dilaporkan sudah terjadi sebelum kepergian Damien Comolli. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena Brahim tidak menunjukkan ketertarikan untuk meninggalkan Real Madrid.
Saat ini, peluang transfer masih bergantung pada perubahan sikap Real Madrid. Jika Los Blancos memutuskan membuka pintu keluar, Juventus dan Inter Milan siap bergerak. Sampai saat itu terjadi, panggung terbesar bagi Brahim tetap berada di Piala Dunia 2026, tempat dia berkesempatan membuktikan diri dan memperkuat posisinya di Santiago Bernabeu.