Pesta gol ditutup pada menit ke-27. Tendangan Nagista berubah arah setelah mengenai pemain bertahan lawan dan memastikan quattrick untuk sang kapten. Skor 4–0 tak berubah hingga laga tuntas.
Sosok Nagista tak hanya bersinar di final, tetapi juga sepanjang turnamen. Dukungan keluarga menjadi salah satu rahasia ketajamannya.
“Saya melihat bakat dan keinginan Nagista bermain bola, sebagai orangtua tugas kami memberi dukungan dengan memasukkan ke SSB serta membantu latihan mandiri di rumah. Hasilnya dia tampil cukup baik di lapangan,” kata sang ayah, Abdullah.
Nagista sendiri mengungkapkan kecintaannya pada sepakbola terinspirasi dari idolanya, Cristiano Ronaldo.
“Saya suka main bola karena bisa cetak gol, jadi pemain terbaik dan bisa jadi juara,” ujarnya.