Usai pertandingan, Mauricio Souza angkat bicara. Dia mengapresiasi kekuatan dan organisasi permainan lawan dalam konferensi pers.
"Anda lihat, itu pertandingan yang sangat, sangat sulit. Kami bermain melawan tim yang, meskipun tidak berada di posisi yang baik di klasemen, adalah tim yang sangat, sangat kuat. Tim yang terorganisir secara taktik dengan baik. Tim dengan beberapa pemain individu yang sangat bagus. Dan itu menuntut banyak dari kami," kata Souza dalam konferensi pers pascapertandingan, dikutip pada Sabtu (21/2/2026).
"Sekali lagi, saya mengucapkan selamat kepada tim saya. Karena kami tidak menyimpang dari esensi kami, dari apa yang kami lakukan dengan baik. Kami berusaha untuk menguasai bola. Kami berusaha untuk terhubung dengan cepat," sambungnya.
Selain efektivitas PSM, Souza menyoroti kondisi lapangan di Jakarta International Stadium. Menurut dia, permukaan lapangan tidak mendukung gaya bermain cepat yang menjadi ciri Persija.
"Lapangan benar-benar tidak menawarkan kondisi yang baik. Dan bagi tim kami, yang bermain dengan tempo cepat, itu akhirnya merugikan kami," tutur pelatih 51 tahun tersebut.
"Saya pikir itu juga merugikan lawan. Karena ketika kiper mencoba menendang bola ke depan, dia melakukan kesalahan, dan Maxwell sangat cerdas dan mencetak gol. Tapi, sekali lagi, saya senang dengan penampilan tim saya," pungkasnya.
Kemenangan ini membuat Persija Jakarta menempel ketat Persib Bandung di puncak klasemen Super League 2025-2026. Persija mengoleksi 47 poin, sama dengan Persib. Namun Maung Bandung masih memiliki dua pertandingan lebih banyak dibanding Macan Kemayoran.