Meski demikian, Mauricio Souza tidak menilai selisih waktu istirahat sebagai keuntungan berarti. Dia menyebut situasi seperti itu sering terjadi dalam kompetisi liga.
“Itu terjadi setiap momen di dalam liga, seperti itu ya kan? Kadang-kadang anda ada satu hari lebih untuk istirahat, terkadang kurang. Jadi saya pikir itu liga tidak ada masalah,” ucap Souza.
Souza menegaskan fokus tim saat ini tertuju penuh pada persiapan teknis dan fisik pemain, bukan pada perbandingan jadwal pertandingan.
“Kalau tentang latihan itu, bikin kita juga ada satu minggu itu full untuk kita bisa persiapan. Tidak ada waktu untuk istirahat dan kita persiapan pemain juga. Jadi satu hari lebih atau satu hari kurang untuk Arema, tidak akan bikin berbeda,” tambah dia.