Arsitek berkepala plontos itu mengakui kualitas Ezra sejak masih berada di Bandung dan menyebut sang pemain sebagai sosok penting yang kini bersinar di Kediri.
“Ezra adalah pemain terbaik Kediri. Lihat, dia bermain bagus bersama kami. Tapi masalahnya, dia tidak ingin berada di bangku cadangan. Saat itu, sayangnya kami punya Ciro (Alves) di posisinya,” ujar Hodak, Kamis (1/1/2026).
Hodak tidak menampik kepergian Ezra dipicu persoalan menit bermain. Meski statistiknya bersama Persib tidak terlalu mencolok, kontribusinya dinilai selalu terasa setiap kali diberi kesempatan.
“Dia ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain. Kalau kalian ingat, setiap kali dia masuk, dia seperti supersub. Tapi dia tidak senang dengan perannya. Jadi saya memahaminya. Saya menyesal dia pergi,” ungkap Hodak.
Situasi Ezra berubah drastis setelah hijrah ke Persik Kediri. Dia kini menjadi pemain kunci sekaligus dipercaya mengenakan ban kapten, peran yang menunjukkan kepercayaan penuh dari tim pelatih.