Sementara itu, Umuh menyebut belum mendapat konfirmasi resmi terkait sisa bonus yang dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurutnya, dana Rp1 miliar dari gubernur mengalir langsung ke kantor, bukan ke rekening klub.
“Kalau dari gubernur itu lain lagi. Itu yang satu miliar langsung dari beliau, tapi saya tak tahu, saya tak menerima. Itu langsung ke kantor,” jelas Umuh.
Lebih jauh, ia menekankan agar janji bonus tidak diumbar sebelum ada kejelasan resmi. Jika memang ada niat baik, sebaiknya penyalurannya disesuaikan dengan kemampuan dan dijelaskan secara transparan.
“Sebenarnya uang Rp1 miliar itu tidak susah. Tapi yang bikin susah ya karena menjanjikannya duluan. Harusnya bilang saja, nanti dikumpulkan berapa adanya,” ucap Umuh.
Umuh juga menegaskan, tak peduli jika nantinya dana tersebut terkumpul utuh, Persib tetap tidak akan menerima jika tidak dilengkapi rincian yang jelas dari sumber dana. Ia khawatir jika tidak begitu, nantinya bisa menimbulkan masalah hukum bagi pihak klub.