Pelatih berusia 49 tahun itu memastikan dirinya akan memoles tim seefektif mungkin. Fokus utama diberikan kepada Rizky Ridho dan rekan-rekan di lini belakang agar tampil solid, disiplin, dan siap menghadapi tekanan dari lawan yang kualitasnya jauh lebih mapan.
Kluivert juga mengingatkan, seluruh elemen tim punya misi besar membawa Garuda bersaing di panggung dunia.
“Kami tahu bahwa kami mewakili sebuah negara, negara yang sangat besar dalam dunia sepak bola. Jadi, secara garis besar, tentu saja kami tahu kami menginginkan apa yang ingin kami lakukan, tetapi eksekusi, bagi saya, itulah yang terpenting,” tegasnya.
Menurut Kluivert, kunci sukses bukan sekadar strategi, tetapi eksekusi di momen-momen penting. Dia menyoroti efektivitas dalam situasi bola mati, ketajaman lini serang, dan organisasi pertahanan yang rapat sebagai faktor penentu.
“Kami perlu mengeksekusi di saat yang tepat, tajam dalam situasi bola mati, tahu apa yang ingin Anda lakukan, dan meraih hasil yang baik,” ucapnya.
Meski diakui tidak mudah, Kluivert tetap menegaskan Garuda tidak boleh setengah hati. Dia percaya motivasi besar untuk menuliskan sejarah bisa membuat Timnas Indonesia tampil habis-habisan melawan dua raksasa Asia tersebut.
Kini, semua mata tertuju ke Jeddah. Dengan waktu yang singkat, Patrick Kluivert ditantang untuk meramu strategi paling efektif agar skuad Garuda bisa mencuri poin dan menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.