Kelompok anti-diskriminasi Kick It Out kemudian merilis pernyataan resmi. Mereka menyebut jeda tersebut sebagai protokol yang telah disepakati selama beberapa tahun.
“Sangat mengecewakan sejumlah suporter Leeds United mencemooh ketika para pemain Manchester City membatalkan puasa mereka selama babak pertama pertandingan di Elland Road malam ini,” tulis Kick It Out.
“Hal itu semakin diperparah karena penjelasan sudah ditampilkan di layar besar di dalam stadion," lanjut mereka.
“Menghentikan pertandingan untuk memberi kesempatan pemain Muslim berbuka puasa selama Ramadan telah menjadi protokol yang disepakati selama beberapa tahun. Ini bagian penting dan terlihat dalam upaya membuat sepak bola ramah bagi pemain dan komunitas Muslim," tulis mereka.
“Namun seperti reaksi malam ini, sepak bola masih memiliki jalan panjang dalam hal edukasi dan penerimaan," mereka mengakhiri.
Asisten pelatih Leeds United, Edmund Riemer, yang menggantikan Daniel Farke usai diusir wasit setelah laga, juga menyayangkan kejadian tersebut.
“Saya fokus pada pertandingan jadi tidak terlalu mendengarnya, tetapi kecewa dengan sebagian suporter atas apa yang terjadi,” ujar Riemer kepada Sky Sports.
Terlepas dari kontroversi itu, Manchester City tetap mengamankan kemenangan 1-0. Gol tunggal dicetak Antoine Semenyo dan memastikan tiga poin bagi tim tamu dalam lanjutan Premier League.