“Kami mendominasi dan mengendalikan pertandingan, kemudian dihukum akibat aturan yang tidak dapat diterima. Saya tidak memahaminya. Para pemain saya adalah pahlawan sebenarnya,” ucapnya.
Swiss masih mampu mempertahankan skor 1-1 hingga waktu normal berakhir. Mereka bahkan bertahan dengan 10 pemain sampai menit ke-112 pada babak perpanjangan waktu.
Julian Alvarez akhirnya memecah kebuntuan melalui tembakan jarak jauh yang meluncur ke sudut atas gawang. Lautaro Martinez lalu mencetak gol ketiga Argentina sembilan menit kemudian.
Kemenangan 3-1 memastikan Argentina melaju ke semifinal. Sementara itu, perjalanan luar biasa Swiss harus berakhir setelah mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Swiss juga gagal mencatat sejarah dengan menembus semifinal untuk pertama kalinya. Mereka hanya berjarak satu kemenangan dari pencapaian tersebut sebelum dihentikan sang juara bertahan.