Sebaliknya, Brighton tampil lebih klinis. Meski tidak terlalu sering menembak, tim tamu mampu mencatatkan empat tembakan tepat sasaran dan satu di antaranya berbuah gol.
Pelatih Sunderland Regis Le Bris mengakui timnya memiliki beberapa peluang bagus untuk mencetak gol. Namun kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan dengan maksimal.
“Kami sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol di awal babak kedua—hanya terpaut beberapa sentimeter—sementara mereka mendapatkan peluangnya dan berhasil mencetak gol. Jadi pertandingan ini ditentukan oleh momen-momen penting,” kata Le Bris, dikutip dari laman resmi Sunderland, Minggu (15/3/2026).
Le Bris menilai para pemain sudah menunjukkan semangat dan karakter selama pertandingan. Namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah yang harus segera diperbaiki.
Menurut dia, kualitas permainan tim sebenarnya cukup baik. Hanya saja kurangnya ketajaman di depan gawang membuat Sunderland gagal memanfaatkan dominasi.