Sebelumnya, Mesir juga sempat mengalami kekecewaan ketika satu gol dianulir akibat pelanggaran yang terjadi jauh sebelum Mostafa Ziko memasukkan bola ke gawang. Ziko akhirnya tetap mencetak gol beberapa menit kemudian, tetapi kubu Mesir tetap mempertanyakan sejumlah keputusan wasit.
Ketegangan memuncak pada masa tambahan waktu ketika pelatih Hossam Hassan menerima kartu kuning dari wasit asal Prancis, Francois Letexier. Saat berjalan menghampiri sang pengadil lapangan, Hassan memperagakan gestur huruf "X".
Letexier kemudian terlihat berbicara cukup lama dengan Hassan dan saudara kembarnya yang juga menjadi pelatih Mesir, Ibrahim Hassan. Ibrahim bahkan sempat berusaha menurunkan tangan Hassan sebelum memberikan gestur jempol kepada wasit. Pertandingan kemudian dilanjutkan hingga peluit panjang dibunyikan.
Gestur "X" selama ini dikenal sebagai sinyal yang umum digunakan untuk melaporkan dugaan tindakan rasisme. Meski begitu, belum ada kepastian apakah gestur Hassan memang ditujukan untuk melaporkan dugaan rasisme atau memiliki makna lain, mengingat reaksi bangku cadangan Mesir juga tidak memberikan penjelasan yang jelas.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Hassan tidak menjelaskan secara langsung makna gestur tersebut. Dia justru melontarkan kritik tajam terhadap FIFA dan wasit Francois Letexier.