Lemparan jauh ini sebelumnya terbukti efektif saat Indonesia mengalahkan Filipina 1-0. Dalam laga tersebut, lemparan Robi Darwis menjadi senjata utama yang menghasilkan satu-satunya gol. Situasi ini membuat tim lawan kini harus ekstra waspada setiap kali Indonesia mendapatkan throw-in di area berbahaya.
Menurut Nafuzi, Malaysia memang sengaja menahan diri di babak pertama untuk menunggu momentum serangan balik.
"First half lawan Indonesia, kami tunggu di tengah, kami tahu 20, 30 menit pertama pasti Indonesia akan menyerang. Tapi setelah ada sedikit perubahan, kita lebih yakin, kami memberi tekanan agak sedikit, ada beberapa peluang tercipta," ungkapnya.
Ia juga mengakui kualitas keseluruhan pemain Indonesia cukup bagus dan sulit dihadapi, terutama dengan dukungan penuh suporter di kandang sendiri.
"Kita tahu untuk pertandingan semacam ini memang cukup sulit. Apalagi dengan pemain Indonesia yang kualitas keseluruhannya bagus," tambah pelatih berusia 46 tahun itu.