Berbeda dengan Jay Idzes yang dikenal tegas dan sering mengomando rekan-rekannya di lapangan, Ole lebih memilih menunjukkan kepemimpinan lewat tindakan. Dia percaya contoh nyata di lapangan akan lebih berarti dibanding sekadar suara lantang.
“Misalnya Jay, dia tipe pemimpin yang vokal. Kalau saya, lebih ingin memimpin lewat permainan saya, menunjukkan contoh lewat aksi di lapangan,” lanjutnya.
Menurut Ole, setiap pemimpin punya gaya yang unik dan efektif dalam konteks berbeda. Gaya tenangnya justru ia anggap sebagai kekuatan, terutama dalam situasi ketika tim membutuhkan ketenangan dan fokus.
“Saya bukan tipe yang akan marah-marah atau berdebat dengan wasit. Saya lebih memilih bermain dan berdiskusi dengan rekan setim tentang bagaimana kami bisa berkembang,” ujarnya.
Meski begitu, Ole tidak menampik bahwa Jay Idzes juga memiliki keunggulan tersendiri sebagai kapten.