Dalam sesi latihan tersebut, fokus utama diarahkan pada koordinasi pressing secara kolektif. Para pemain dituntut memahami waktu yang tepat untuk menekan lawan sebagai satu kesatuan.
Romeny melihat perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir. Dia menilai kekompakan tim mulai terbentuk dalam menjalankan instruksi pelatih.
“Fokus hari ini adalah bagaimana pressing bisa dilakukan secara kompak sebagai satu tim, memilih momen yang tepat. Dalam beberapa hari ini kami sudah mulai menunjukkan perkembangan yang bagus, jadi rasanya positif,” dia menjelaskan.
Selain peningkatan taktik, dia juga menyoroti suasana tim yang semakin solid. Kebersamaan antar pemain dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung performa di lapangan.
“Chemistry tim sangat bagus. Rasanya seperti keluarga. Setiap kali kami kembali berkumpul, bertemu satu sama lain, itu terasa seperti saudara. Jadi suasananya selalu sangat positif,” ucapnya.