“Ini merupakan pukulan ganda, bukan hanya degradasi tetapi juga tidak ada pendapatan UEFA musim depan. Anda kehilangan 100 juta poundsterling dari UEFA dan 75 juta poundsterling dari kompetisi domestik. Pendapatan siaran yang saat ini sekitar 200 juta poundsterling akan turun menjadi 55 juta poundsterling. Artinya ada kehilangan 145 juta poundsterling,” katanya dalam podcast The Room Where it Happened, dikutip dari Sport Bible.
Akun The Touchline di X bahkan memperkirakan dampaknya bisa lebih besar. Tottenham disebut berpotensi kehilangan hingga 250 juta poundsterling atau sekitar Rp5,95 triliun akibat turunnya pendapatan hak siar, hilangnya uang dari Liga Champions, berkurangnya pemasukan hari pertandingan, serta kemungkinan penurunan nilai kontrak sponsor.
Tottenham masih harus menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada laga berikutnya. Pada pekan terakhir, Spurs akan menjamu Everton yang masih memburu tiket kompetisi Eropa.
Di sisi lain, West Ham juga menghadapi jadwal berat. Mereka akan bertandang ke markas Newcastle United sebelum menjamu Leeds United pada pertandingan terakhir.
Dua pertandingan tersebut akan menentukan apakah Tottenham mampu bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris atau justru mengalami salah satu musim paling mahal dalam sejarah klub.