“Tapi saya di situ coba tenangin diri, saya tarik napas, saya tendang,” ucapnya.
“Saya lihat itu tidak gol saya cepat-cepat cari bola lagi dan alhamdulillah bolanya menuju saya lagi, saya tendang dan akhirnya gol,” ujar Evandra.
Evandra mengakui pertandingan melawan Korsel sangat sulit. Sebab, tim muda Taeguk Warriors tampil sangat dominan. Beruntung, Timnas Indonesia U-17 mendapat momen penalti di menit akhir.
“Pertandingan sangat-sangat cukup sulit, tetapi alhamdulilah kita berhasil menahan gempuran serangan dari Korea. Alhamdulillah nya di menit akhir kita dapat penalti dan bisa memaksimalkan gol itu,” Evandra menjelaskan.
Hasil ini membuat Timnas Indonesia U-17 duduk di posisi kedua klasemen sementara Grup C dengan koleksi tiga poin, sama seperti Yaman U-17 yang ada di puncak. Sementara Korea Selatan U-17 dan Afghanistan U-17 di posisi ketiga, dan keempat.
Selanjutnya, Timnas Indonesia U-17 akan melawan Yaman U-17 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Senin (7/4/2025) mendatang. Tim polesan Nova Arianto itu diharapkan bisa meraih kemenangan guna mengamankan tempat di babak perempat final sekaligus merebut tiket Piala Dunia U-17 2025.