Dia juga melihat MLSC membawa dampak besar bagi perkembangan sepak bola putri di Samarinda.
“Di daerah seperti Samarinda, kegiatan untuk anak-anak dan remaja masih sangat minim. Jadi ketika MLSC hadir di sini, ini menjadi kesempatan besar dan membawa angin segar bagi masa depan putri-putri kita. Di Borneo FC Academy selama ini memang belum ada kelas khusus putri karena fokus kami masih di laki-laki. Tapi setelah saya terlibat dalam proyek MLSC, saya bicara dengan owner dan pengurus, dan kami akan membuka kelas untuk putri. Rencananya launching pada 17 Mei,” pungkas Jacksen.
Pada partai final KU 10, SDN 008 Palaran keluar sebagai juara usai menang tipis 1-0 atas SDN 009 Samarinda Seberang. Gol tunggal dicetak Girana Natasha pada menit ke-22 lewat situasi tendangan bebas.
"Saya senang banget karena bisa mencetak gol dan membawa sekolah menjadi juara MilkLife Soccer Challenge di Samarinda. Padahal, tadi tim lawan mainnya bagus banget dan kami beberapa kali hampir kegolan. Semoga MLSC ada lagi di Samarinda sehingga saya bisa terus semangat berlatih supaya bisa menjadi juara lagi," ucap Girana.
Sementara itu, final KU 12 berlangsung lebih sengit dengan total tujuh gol. SDN 002 Samarinda Kota keluar sebagai juara setelah menang 5-2 atas SDN 018 Samarinda Ulu.