Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengungkapkan seri Jakarta kembali mencatat angka partisipasi signifikan. Total 2.319 siswi ambil bagian, terdiri dari 85 tim kategori usia 10 tahun dan 123 tim kategori usia 12 tahun.
“Kami melihat tingkat partisipasi yang sangat positif dari para atlet muda di Jakarta, dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan dan turut ambil bagian dalam program ini. Capaian tersebut merefleksikan pertumbuhan minat yang kian kuat terhadap sepak bola putri di tingkat usia dini. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, atas dukungan strategis yang diberikan sehingga penyelenggaraan kegiatan ini dapat berjalan optimal. Kami berharap seri ini dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam memperkuat keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge di Jakarta pada penyelenggaraan berikutnya,” ujar Teddy.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menilai kualitas peserta terus meningkat dari seri ke seri. Babak kualifikasi digelar empat hari karena tingginya jumlah pendaftar.
“Proses kualifikasi hingga babak knockout dan fase grup memberi kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tim pelatih regional nantinya akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk dibentuk menjadi satu tim yang akan mewakili Jakarta di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus pada Juni 2026,” jelas dia.
Jacksen menekankan evaluasi rutin setiap selesai turnamen.
“Kami selalu melakukan evaluasi setelah event. Kami meninjau beberapa aturan yang bisa disesuaikan, misalnya terkait faktor usia, sehingga anak-anak bisa berkembang lebih optimal dan berjenjang. Mereka akan belajar bagaimana bermain sebelas lawan sebelas, dan dengan evaluasi yang tepat, kami berharap permainan mereka tetap menarik dan semakin berkualitas,” ujar dia.
Salah satu peserta, Amanda Aqhila Putri dari SDN Cikini 01, mengaku bangga tampil di ajang tersebut. “Ini pertama kali saya ikut turnamen sebesar ini, sampai terasa speechless karena venue-nya sangat besar, ada empat lapangan! Kami harus benar-benar siap dan punya strategi jika ingin menghadapi tim-tim besar,” ujar Amanda.
Dia menambahkan, “Perjalanan dari kualifikasi sampai tahap ini cukup menantang. Kami ingin fokus di setiap pertandingan agar bisa meraih kemenangan dan memberikan yang terbaik, apalagi ini pertama kalinya sekolah kami ikut serta. Semoga kami bisa membuat penampilan yang membanggakan,” tutup dia.
Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026 digelar di 12 kota. Setelah Semarang dan Tangerang, kompetisi berlangsung di Bandung dan Yogyakarta (27 Januari–1 Februari), Solo dan Jakarta (10–15 Februari), Samarinda by Bayan (23–26 April), Bekasi (28 April–3 Mei), Banjarmasin by Bayan (30 April–3 Mei), Kudus dan Surabaya (12–17 Mei), serta Malang (19–24 Mei).