Arteta juga berbicara soal gejolak emosi di ruang ganti.
“Namun itu terjadi, dan Anda harus bangkit karena Anda merasa marah, kecewa, dan pada satu titik merasa malu. Kami semua berasal dari berbagai negara, memiliki perasaan berbeda, lalu Anda harus menyatukan semuanya. Sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama mereka, menyelaraskan semua orang, dan mengatakan, ‘Oke, apa yang akan terjadi di bab berikutnya?’”
Di sisi lain, pesaing terdekat Arsenal, Manchester City, memiliki satu laga tunda. Pelatih City Pep Guardiola sempat berkelakar ingin memberi waktu pemainnya menikmati minuman selama jeda singkat.
Saat ditanya apakah dia akan melakukan hal serupa, Arteta menjawab tegas, “Saya tidak minum koktail. Jadi, tidak, kami akan melakukan cara kami sendiri.”
Menurut dia, padatnya jadwal di berbagai kompetisi membuat jeda ini penting untuk mengambil napas, melakukan evaluasi, lalu kembali fokus hingga jeda internasional.
Arsenal kini berada dalam posisi kuat, namun dia menegaskan timnya harus terus membuktikan kualitas di setiap pertandingan.