Kedatangan Norgaard merupakan sinyal Arsenal tak ingin terjebak dalam negosiasi gaji tinggi. Kontrak Partey yang habis memberi peluang bagi The Gunners untuk mengambil keputusan tegas, dan memilih pemain berkualitas tanpa risiko negosiasi gaji eksternal.
Setelah bergabung bersama Brentford pada 2019, Norgaard jadi salah satu figur kunci di klub tersebut. Kepemimpinannya hingga mengangkat klub ke papan atas Liga Inggris menjadikannya figur matang yang dibutuhkan oleh Arteta untuk menambah stabilitas di lini tengah.
Pada Maret lalu, Norgaard sempat memperpanjang kontraknya selama dua tahun bersama Brentford. Namun ketika Benfica menunjukkan minat serius, sang gelandang akhirnya memilih loncatan besar ke London Utara.
Langkah cepat Arsenal untuk menyetujui nilai transfer yang dianggap fair oleh Brentford menunjukkan strategi tajam. Nilai sebesar 15 juta poundsterling dinilai seimbang, terutama setelah Brentford kehilangan pelatih Thomas Frank dan pemain kunci seperti Bryan Mbeumo yang hampir hijrah ke Manchester United senilai 60 juta poundsterling.
Tidak hanya Arteta yang sibuk, direktur olahraga baru Arsenal, Andrea Berta, juga sedang menggarap rekrutan lainnya. Mereka tengah bernegosiasi untuk memboyong Martin Zubimendi dari Real Sociedad dengan nilai transfer mencapai 55 juta poundsterling (sekitar Rp1,045 triliun) untuk menggantikan posisi Jorginho yang memilih hengkang ke Flamengo.