Meski begitu, laga ini bisa menjadi simulasi ideal untuk menghadapi babak lanjutan yang lebih berat. Hilgers, yang bermain di Liga Belanda bersama FC Twente, mengaku percaya persiapan kali ini jauh lebih matang dibanding sebelumnya. Ia mengaitkan keyakinannya itu dengan performa impresif saat mengalahkan China 1-0 pada laga sebelumnya.
"Rencananya sudah matang sekarang," ucap pemain bertahan berusia 23 tahun itu.
Mees melihat ada peningkatan signifikan dalam hal koordinasi lini belakang serta adaptasi strategi di lapangan. Tak hanya itu, kemenangan atas China menjadi bukti nyata bahwa Timnas bisa bersaing secara taktik dengan tim-tim kuat Asia.
"Dan juga jika Anda menyaksikan pertandingan melawan China, persiapan ini berjalan begitu baik," pungkasnya, menyiratkan optimisme tinggi menghadapi pertandingan kontra Jepang.
Meski tantangan besar menanti, keyakinan dan persatuan tim menjadi modal penting untuk meraih hasil positif.
Partisipasi Mees Hilgers dalam laga ini pun dinantikan publik. Meski sempat dikabarkan mengalami sedikit gangguan fisik saat kembali dari klubnya, staf medis Timnas memastikan kondisi sang bek dalam pengawasan ketat dan terus dipantau kebugarannya untuk bisa tampil maksimal di laga nanti.
Melihat antusiasme publik serta ketatnya kompetisi menuju putaran final, laga melawan Jepang bisa menjadi momen evaluasi sekaligus pembuktian. Dengan persiapan matang, strategi jelas, dan semangat tinggi dari para pemain seperti Mees Hilgers, Timnas Indonesia diharapkan mampu tampil solid dan memberi kejutan positif bagi publik sepak bola Asia.