“Kami tahu cara bermain kotor jika memang harus. Kami tahu cara memainkan dirty football. Mereka mengira kami datang untuk bermain rapi seperti pakai tuksedo, tapi kami ada di sana. Bahkan dalam pertandingan seperti itu, kami tetap lebih baik dari mereka,” lanjutnya.
Mbappe juga menegaskan gaya bermain Paraguay sah dalam sepak bola. “Itu sepak bola mereka. Tidak ada cara benar atau salah dalam bermain. Mereka mencoba menjatuhkan kami dengan cara itu, tapi kami yang menang,” tutupnya.
Ironisnya, meski Prancis menerima banyak tekel keras, wasit Ilgiz Tantashev nyaris tak mengeluarkan kartu. Prancis justru mengakhiri laga dengan jumlah kartu kuning lebih banyak, sementara Paraguay tidak mendapat satu pun kartu.
Bek Prancis William Saliba mengungkapkan timnya sudah diperingatkan sejak awal. “Pelatih mengingatkan kami dua atau tiga hari sebelumnya untuk tetap fokus. Dia menunjukkan video. Mereka akan mendekat, melakukan pelanggaran, memprovokasi,” kata Saliba.
“Jika kami kehilangan fokus dan energi, semuanya tidak akan berjalan. Jadi kami tetap fokus. Kemenangan seperti ini juga terasa spesial. Biasanya kami menang dengan skor besar. Hari ini 1-0, tapi nilainya sama,” dia menegaskan.
Kemenangan keras ini menegaskan ketangguhan mental Prancis. Di tengah tekanan fisik dan psikologis, Les Bleus tetap berdiri tegak, sementara Mbappe kembali menunjukkan perannya sebagai pembeda di momen krusial.