“Sayangnya, dalam babak pertama yang sebenarnya cukup terorganisasi, kami malah menghadiahkan dua gol kepada Inter dan membuat segalanya jadi lebih sulit,” lanjutnya.
Sarri menilai Lazio sebenarnya memiliki peluang untuk bangkit melalui Tijjani Noslin dan Boulaye Dia. Namun peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Selepas final Coppa Italia, perhatian Lazio kini tertuju pada laga panas melawan AS Roma. Namun Sarri justru marah besar terhadap jadwal pertandingan yang direncanakan berlangsung Minggu pukul 12.00 waktu setempat.
Jadwal tersebut berbenturan dengan final tunggal putra Italian Open yang digelar di Foro Italico, kawasan yang sama dengan Stadion Olimpico. Situasi itu dikhawatirkan memicu kepadatan besar di area pertandingan.
“Kalau mereka ingin memainkan derby pada Minggu siang, saya tidak akan datang. Biar mereka melakukannya sendiri,” kata Sarri.