Selain itu, Persija juga mencatat 12 tekel sukses dan dua jebakan offside yang efektif mematahkan serangan lawan. Hanya satu kesalahan kecil yang terjadi, yakni saat Leonardo Lelis memanfaatkan sepak pojok untuk mencetak gol bagi Persebaya.
Menurut Souza, peningkatan performa Persija terjadi karena seluruh pemain kini memahami pertahanan bukan hanya tanggung jawab bek dan kiper, melainkan seluruh tim.
“Tim kami punya kualitas. Para pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik. Saya memang meminta agar mereka bisa lebih solid dalam bertahan,” katanya.
Pelatih asal Brasil itu juga menegaskan filosofi permainan yang diterapkannya: setiap pemain harus aktif dalam dua fase permainan, menyerang dan bertahan.
“Ketika saya berbicara soal pertahanan, itu berarti dimulai dari pemain depan hingga ke belakang, bukan hanya tugas pemain bertahan, tapi juga pemain depan,” lanjut Souza.