“Tetapi siapa yang tetap tinggal dan siapa yang tidak, itu tidak sepenuhnya bergantung pada saya,” sambung pelatih asal Brasil tersebut.
Selain membahas masa depan pemain, Mauricio Souza juga menyinggung posisinya di Persija Jakarta. Dia belum bisa memastikan bakal tetap melatih Macan Kemayoran musim depan.
Situasi itu muncul setelah Persija gagal memenuhi target juara Super League 2025-2026. Macan Kemayoran dipastikan hanya finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Meski gagal menjadi juara, performa Persija musim ini sebenarnya cukup impresif. Mauricio Souza mampu membawa tim tampil lebih konsisten dibanding beberapa musim sebelumnya.
Sejak Liga Indonesia kembali memakai format satu wilayah pada 2017, pencapaian poin Persija musim ini termasuk salah satu yang terbaik. Sebelumnya, rekor poin tertinggi Persija tercipta pada Liga 1 2022-2023 dengan koleksi 66 poin saat finis sebagai runner-up.