JAKARTA, iNews.id – Mauricio Souza membongkar penyebab utama Persija Jakarta gagal meraih gelar juara Super League 2025-2026 meski tampil impresif sepanjang musim. Pelatih asal Brasil itu menilai performa Macan Kemayoran yang kurang konsisten saat bermain di kandang menjadi faktor terbesar kegagalan timnya.
Persija Jakarta menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin. Macan Kemayoran mencatatkan 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan dari total 34 pertandingan.
Meski gagal menjadi juara, Persija tetap mencatat salah satu musim terbaik dalam satu dekade terakhir. Tim ibu kota bahkan membukukan rekor poin tertinggi sejak era Liga 1 dimulai.
Mauricio Souza mengaku cukup puas dengan performa timnya saat bermain tandang. Namun, dia menyebut hasil kandang yang tidak maksimal membuat Persija kehilangan peluang besar dalam perebutan gelar juara.
“Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi,” ujar Mauricio Souza dikutip dari laman resmi Persija Jakarta, Selasa (26/5/2026).