Simon menilai mental dan kerja keras menjadi kunci menghadapi grup berat. Dia meminta para pemain percaya pada kemampuan sendiri.
"Kita tidak bisa bilang kalau kita kalah dari mereka, kita harus setuju kita bisa menang lawan mereka," sambungnya.
Menurut dia, rasa takut hanya akan menghambat perkembangan tim. Kepercayaan diri harus ditanamkan sejak persiapan.
"Kalau tidak ada (mental), saya bilang pulang saja, tidak usah bertanding. Kalau orang-orang semua bilang susah, lalu apa? Itu tidak gampang," tutur Simon.
Dia juga mengingatkan publik agar tidak terlalu keras mengkritik para pemain. Usia mereka masih 16 tahun dan sedang dalam tahap perkembangan.
"Kalau anak-anak bermain bola itu tidak gampang, kita harus percaya pada anak-anak itu bermain bola. Percaya mereka. Jangan terlalu kritis, anak-anak ini baru 16 tahun," pungkasnya.
Menjelang Piala Asia U-17 2026, Timnas Indonesia U-17 akan memasuki masa transisi pelatih. Kurniawan Dwi Yulianto akan menangani tim setelah Nova Arianto naik kelas melatih U-20.
Fokus persiapan kini pada peningkatan kualitas teknik, fisik, serta mental bertanding. Timnas Indonesia U-17 dituntut tampil kompetitif di grup neraka Piala Asia U-17 2026.