Abdullah Fikri, salah satu suporter yang begadang untuk menyaksikan pertandingan, percaya Maroko mampu melaju sampai final. Menurut dia, kemenangan atas Belanda dalam laga sesulit itu memperbesar kepercayaan diri Atlas Lions.
Suporter lainnya, Radwan Omar, menilai Maroko tetap bisa mencapai final meski akan menghadapi ancaman dari tim kuat seperti Prancis. Dia juga menyebut laga melawan Kanada di babak 16 besar seharusnya lebih bisa dikendalikan, asalkan para pemain memaksimalkan peluang mencetak gol.
Fan muda bernama Saad Karim bahkan lebih berani. Dia percaya Maroko bisa menjadi juara dunia. Menurut dia, laga melawan Belanda memang berat, tetapi gol penyama kedudukan Issa Diop pada masa injury time mengubah arah pertandingan.
Kiper Maroko, Yassine Bounou, kembali menjadi pahlawan. Dia menepis penalti kelima Belanda yang dieksekusi Crysencio Summerville. Setelah itu, Ismael Saibari menuntaskan tugasnya sebagai penendang penentu untuk membawa Maroko ke babak 16 besar.
Kemenangan ini membuat Maroko menjaga asa besar di Piala Dunia 2026. Atlas Lions akan menghadapi Kanada pada babak 16 besar, Sabtu.
Kepercayaan diri Maroko juga didukung perkembangan peringkat dunia mereka. Pada 17 Juni 2026, FIFA mengumumkan Maroko naik ke posisi keenam dunia, ranking tertinggi dalam sejarah negara tersebut.
Kini, euforia publik Maroko semakin membesar. Mereka bukan hanya merayakan kemenangan atas Belanda, tetapi juga mulai percaya perjalanan ke final Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar mimpi.