“la mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya,” tulis Klok.
Klok menegaskan masalah di lapangan sebenarnya sudah selesai. Dia dan pemain Bhayangkara FC sudah berdiskusi langsung dan sepakat terjadi kesalahpahaman.
Namun situasi berubah setelah pertandingan. Klok menyoroti sikap manajer Bhayangkara FC, Sumardji, yang terus melontarkan tuduhan meski tidak berada dekat kejadian.
Kondisi ini jelas tak bagus buat Timnas Indonesia. Seperti diketahui Sumardji merupakan Ketua Badan Tim Nasioan Indonesia dan Klok merupakan penggawa Garuda proyeksi Piala AFF 2026.
“Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan,” papar Klok.