LaLiga Tegas Perangi Pembajakan Digital di Industri Sepak Bola, Media Sosial Jadi Sasaran Utama

Abdul Haris
Presiden LaLiga Javier Tebas. (Foto: LaLiga)

Praktik tersebut menciptakan persaingan tidak adil. Pihak yang patuh hukum menanggung biaya dan kompleksitas penegakan, sementara pihak lain menikmati keuntungan skala besar tanpa akuntabilitas setara.

LaLiga menegaskan perlindungan hak kekayaan intelektual berlandaskan due process, putusan pengadilan, dan supremasi hukum. Penegakan cepat tetap dapat dilakukan melalui mekanisme audit serta peninjauan lanjutan.

Menuntut kepatuhan hukum dari perantara teknologi dinilai bukan bentuk sensor internet. Langkah ini diposisikan sebagai upaya kolektif melawan penipuan audiovisual terorganisir.

“Jika pembajakan dibiarkan memiliki keunggulan bawaan ‘by design’, maka harga yang harus dibayar akan ditanggung oleh kreator, industri, lapangan kerja, dan pada akhirnya oleh konsumen yang taat hukum,” lanjut Javier Tebas di LinkedIn.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
Soccer
11 jam lalu

Real Madrid Bangkit di Tangan Arbeloa, tapi Mbappe Dikabarkan Lebih Nyaman dengan Alonso

Soccer
2 hari lalu

Real Madrid Tumbangkan Valencia, Jaga Rekor Sempurna di 2026

Soccer
9 hari lalu

Drama Bernabeu! Penalti Telat Mbappe Antar Real Madrid Tekuk Rayo Vallecano

Soccer
13 hari lalu

Kecintaan Sepak Bola Warga Spanyol Ternyata Warisan Keluarga, LALIGA Ungkap Fakta Mengejutkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal