Antusiasme juga datang dari komunitas kolektor jersey di Indonesia. Salah satunya disampaikan Benito Benyamin yang menilai momentum ini sangat tepat.
“Momennya sangat tepat, seiring tren jersey vintage yang kembali populer. Jika sebelumnya banyak orang ragu mengenakannya dalam keseharian, kini LaLiga justru menghidupkan kembali nuansa retro dengan menghadirkannya langsung di pertandingan,” ujarnya.
Dia juga menyoroti meningkatnya kepercayaan diri penggemar dalam mengenakan jersey klasik sebagai bagian dari gaya hidup.
“Hal ini juga terlihat dari figur seperti Bellerín yang memadukan jersey retro dalam gaya hidupnya. Karena itu, saat ini semakin banyak orang yang percaya diri mengenakan jersey retro, dan timing ini menjadi sangat pas bagi para penggemar untuk menampilkan koleksi mereka dalam event LaLiga Retro Matchday,” ujarnya.
Melalui program ini, LaLiga tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga membuka ruang baru bagi penggemar untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap sepak bola dalam bentuk yang lebih luas.