“Dia perlu mengambil langkah ekstra dalam pekerjaan defensif karena ini penting untuk tim dan dia harus melakukannya. Itu akan dimulai kali ini karena kami ingin menang, dan untuk menang, dia siap melakukan apa pun demi meraih kemenangan,” ujarnya dalam wawancara dengan Le Parisien, dikutip dari Sport Bible.
Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan Mbappe untuk tidak hanya menjadi andalan di lini depan, tetapi juga lebih aktif membantu pertahanan. Hal ini menjadi bagian dari evolusi permainannya di turnamen besar.
Namun perhatian publik tidak hanya tertuju pada performa, tetapi juga pada detail kecil di jersey yang dia kenakan. Mbappe terlihat memakai patch berbeda dibanding rekan setimnya saat menghadapi Senegal.
Perbedaan itu terjadi karena Mbappe merupakan peraih Golden Boot Piala Dunia 2022 dengan torehan delapan gol, termasuk hattrick di final melawan Argentina. Status tersebut membuat dia mendapatkan patch khusus di jersey Piala Dunia 2026.
Selain Mbappe, hanya Harry Kane dan James Rodriguez yang juga mengenakan patch Golden Boot karena pernah meraih penghargaan serupa pada 2018 dan 2014. Sementara itu, negara seperti Argentina, Brasil, Jerman, Uruguay, Inggris, Prancis, dan Spanyol memakai logo emas khusus sebagai penanda pernah juara dunia.
Pemain dari negara lain menggunakan patch hitam atau putih tergantung warna jersey. Selain itu, terdapat juga patch debut untuk pemain yang pertama kali tampil di Piala Dunia. Sementara legenda seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Luka Modric, Manuel Neuer, hingga Yuto Nagatomo memakai patch khusus karena telah tampil di lima edisi atau lebih.
Perbedaan detail ini membuat Piala Dunia 2026 semakin kaya simbol dan sejarah, sekaligus menambah sorotan pada sosok Mbappe yang kembali menjadi pusat perhatian dunia sepak bola.