"Dia percaya itu penalti, dan tayangan ulang menunjukkan memang demikian, tetapi ada pelanggaran sebelumnya terhadap Gabriel. Jadi mereka harus memeriksa pelanggaran itu terlebih dahulu, dan dia setuju dengan analisis wasit tentang adanya pelanggaran. Oleh karena itu, pelanggaran tersebut lebih diutamakan daripada penalti," ujarnya.
Ini menjadi kali kedua Atletico Madrid merasa dirugikan dalam laga tersebut. Sebelumnya, duel antara Gabriel dan Giuliano Simeone di kotak penalti juga sempat diperiksa, namun tidak berujung penalti.
Arsenal sendiri sempat merasa dirugikan di babak pertama saat Antoine Griezmann terlihat mendorong Leandro Trossard. Namun, insiden itu juga tidak menghasilkan keputusan penalti.
Dalam laga dengan tensi tinggi seperti ini, keputusan kecil bisa mengubah segalanya. Kali ini, keberuntungan berpihak pada Arsenal.
Kemenangan ini memastikan Arsenal melangkah ke final Liga Champions. Sementara itu, kubu Atletico Madrid dipastikan menyisakan kekecewaan besar atas hasil dan keputusan yang terjadi di lapangan.