Namun setelah pertandingan, muncul penjelasan resmi terkait alasan Joao Neves tidak dihukum penalti. Ternyata ada aturan Dewan Asosiasi Sepak Bola International (IFAB) yang jarang diketahui publik dan menjadi dasar keputusan wasit.
Dalam situasi tersebut, Vitinha lebih dulu membuang bola dari area pertahanan PSG hingga melambung ke udara. Bola kemudian mengarah langsung ke Joao Neves yang berusaha menghindar dengan posisi tubuh tidak normal.
Meski bola jelas mengenai tangan Neves, aturan IFAB menyebut situasi itu tidak otomatis dianggap handball pelanggaran jika bola berasal dari rekan setim sendiri.
“Aturan handball tidak berlaku ketika pemain terkena bola di tangan atau lengan dari bola yang dimainkan rekan setimnya, kecuali bola langsung masuk ke gawang lawan atau pemain langsung mencetak gol setelahnya.”
Aturan tersebut menjadi sorotan besar sepanjang semifinal Liga Champions musim ini. Sebelumnya, PSG juga sempat mendapatkan penalti kontroversial pada leg pertama dengan standar handball yang dianggap terlalu ringan.