Pelatih asal Belanda itu memandang respek lawan-lawan di Grup B. Meski sudah pernah bertemu di fase sebelumnya, ia tetap menilai Arab Saudi dan Irak sebagai kekuatan utama Asia yang membutuhkan persiapan khusus.
“Dua negara yang tergabung bersama kami adalah negara kuat dan kami mengenal mereka dengan cukup baik,” imbuhnya.
Secara statistik, Indonesia memang belum sepenuhnya unggul. Dalam pertemuan sebelumnya melawan Irak di putaran kedua, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan dua kekalahan telak (0-2 dan 1-5). Namun sebaliknya, saat menghadapi Arab Saudi di putaran ketiga, Indonesia menunjukkan performa lebih solid dengan hasil imbang 1-1 dan kemenangan mengejutkan 2-0.
Meski demikian, Kluivert menegaskan bahwa hasil masa lalu tidak bisa menjadi patokan. Ia meminta seluruh anggota tim untuk fokus pada persiapan maksimal menjelang laga. "Yang paling penting sekarang adalah mempersiapkan diri dengan baik, menganalisis kekuatan mereka, dan siap menghadapi mereka," ujarnya tegas.
Kualifikasi putaran keempat ini akan digelar pada 8 hingga 14 Oktober 2025, di dua negara tuan rumah, yakni Arab Saudi dan Qatar. Pertandingan-pertandingan tersebut dipastikan akan menjadi ujian nyata bagi Timnas Indonesia yang kini sedang dalam masa transisi dan pembentukan fondasi jangka panjang.
Menghadapi dua kekuatan besar seperti Arab Saudi dan Irak tentu bukan tugas mudah. Namun dengan persiapan matang, analisis lawan yang tajam, dan strategi yang terstruktur dari Kluivert, harapan tetap terbuka. Dukungan suporter Tanah Air pun menjadi faktor penting dalam perjalanan Garuda menuju panggung dunia.