"Kalau ada yang mengatakan dia punya jampi-jampi dan dia bisa seperti itu, enggak. Menurut saya itu berlebihan," tegasnya.
Sayang, karier Ramang berakhir tak begitu manis. Ia kecewa dan mengundurkan diri dari Timnas karena namanya dituding tersandung masalah kasus suap. Padahal, namanya sama sekali tidak pernah terbukti terlibat.
Hingga akhir hayatnya, Ramang hidup sederhana dan menutup usia pada 26 September 1987. Film yang dibuat oleh FIFA setidaknya menjadi kehormatan sendiri untuk Ramang yang selama ini seolah minim apresiasi.