Namun, tekanan selama polemik berlangsung meninggalkan dampak besar. Dean James mengaku harus menjauh dari informasi demi menjaga mental.
Dia mengungkapkan sempat mematikan ponsel karena tidak tahan dengan derasnya pemberitaan dan pesan yang masuk.
“Pada satu titik saya mematikan ponsel saya. Jika terus membaca itu semua, Anda bisa menjadi gila. Empat atau lima hari pertama tidak ada kabar. Setelah itu saya melakukan pembicaraan yang baik dengan pengacara dan agen saya,” ujarnya dikutip dari Voetbal Primeur.
Dia menegaskan fokus utamanya tetap bermain sepak bola dan membela Indonesia. Polemik yang terjadi tidak membuatnya mengubah tujuan tersebut.
“Saya hanya ingin terus bermain untuk Indonesia. Saya tidak senang dengan keluhan dari NAC, cukup itu saja,” katanya.