Lini depan menjadi perhatian utama, terutama dengan kehadiran Rafael Rondon dari Phnom Penh, Abdel Coulibaly dari Angkor Tiger, serta Privat Mbarga yang bermain di Bhayangkara, Indonesia.
Privat Mbarga memiliki nilai lebih dibanding pemain lain. Dia sudah terbiasa dengan atmosfer sepak bola Indonesia, termasuk karakter permainan dan pola tim-tim di kompetisi domestik.
Kondisi ini membuat dia berpotensi menjadi “mata-mata” bagi Kamboja. Pengalaman bermain di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk membaca kekuatan dan celah permainan Timnas Indonesia.
Kamboja tergabung di Grup A bersama Indonesia, Vietnam, Singapura, serta Brunei atau Timor Leste. Grup ini diprediksi berlangsung ketat dengan persaingan tinggi sejak fase awal.
Dengan tambahan pemain naturalisasi, Kamboja berupaya naik level dan menantang dominasi tim kuat di kawasan. Mereka menargetkan status kuda hitam di Piala AFF 2026.
Situasi ini menjadi peringatan serius bagi Timnas Indonesia. Apalagi skuad Garuda juga diisi sejumlah pemain naturalisasi yang bermain di Super League, seperti Marc Klok, Eliano Reijnders, dan Thom Haye dari Persib Bandung.
Selain itu, ada Jordi Amat, Mauro Zijlstra, serta Shayne Pattynama dari Persija Jakarta. Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus, dengan tensi tinggi sejak fase grup.