Selain itu, Arbeloa mempertanyakan keputusan wasit terkait insiden pelanggaran terhadap Mbappe.
"Saya juga tidak mengerti mengapa pemain Bayern Munich (Jonathan Tah) tidak mendapat kartu merah atas pelanggaran yang dia lakukan terhadap Mbappe. Keputusan seperti ini sulit dipahami," ungkapnya.
Meski menghadapi situasi sulit, Arbeloa tetap optimistis menatap leg kedua. Dia percaya semangat pemain menjadi kunci kebangkitan tim.
"Saya mengandalkan para pemain untuk leg kedua. Saya mengagumi ambisi dan tekad mereka untuk tidak kalah. Saya sangat yakin dengan kemampuan kami untuk pergi ke Jerman dan menang," kata dia.
Di sisi lain, Arbeloa juga menjelaskan kondisi Jude Bellingham yang belum menjadi starter sejak kembali dari cedera. Dia memilih menurunkan sang pemain secara bertahap.
"Bukan berarti saya tidak ingin memainkan Jude, hanya saja dia sudah lama tidak bermain," ucapnya.
Dia menilai Bellingham tetap memiliki peran penting dalam tim, terutama untuk laga penentuan di Munich.
"Saya tidak ragu dengan kepercayaan saya kepadanya. Masuk akal untuk mengembalikannya secara bertahap. Kami membutuhkan pemain seperti dia yang bisa menggiring bola dan melewati lawan. Dia memiliki karakter kuat, dan saya melihat dia terus berkembang; dia akan menjadi aset besar bagi kami di Munich."
Dalam laga tersebut, Bellingham masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-62 menggantikan Thiago Petarch. Kini, Real Madrid bersiap menghadapi laga penentuan di Allianz Arena dengan target membalikkan keadaan.