Meski bangga dengan daya juang anak asuhnya, Tudor tidak bisa menyembunyikan rasa jenuhnya.
“Saya sudah cukup dengan tipe pertandingan seperti ini,” ujarnya kepada Sky Sport Italia.
“Kami kebobolan terlalu banyak, meski di sisi lain kami juga banyak mencetak gol. Tapi kami tidak bisa terus begini.”
Tudor menilai kondisi fisik jadi penyebab utama. “Sangat sulit menjaga level energi di babak kedua hanya tiga hari setelah laga luar biasa melawan Inter. Borussia Dortmund terlihat lebih segar karena mereka menjalani pertandingan mudah di akhir pekan,” jelasnya.
Pelatih asal Kroasia itu tetap memberi apresiasi kepada pemain cadangan yang kembali tampil sebagai pembeda.
“Mereka yang masuk dari bangku cadangan kembali membuat perbedaan, seperti di semua empat pertandingan terakhir. Vlahović mencetak dua gol dan memberi assist untuk Kelly, itu luar biasa. Inilah bukti bahwa tidak ada pemain inti, semua orang penting,” ucap Tudor.
Menurutnya, pertandingan modern memang ditentukan di menit-menit akhir. “Ketika Anda bermain setiap tiga hari dan punya lima pergantian, maka pemain pengganti jadi sangat krusial. Ini bukan sekadar klise, semua laga kami berubah setelah pergantian dilakukan,” tegasnya.