Sumber dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan, Vlahovic bahkan siap untuk tidak bermain sepanjang musim 2025–2026, selama ia tetap menerima haknya sesuai kontrak. Strategi ini tentu menjadi mimpi buruk bagi Juventus, yang berisiko kehilangan pemain mahal tanpa kontribusi dan tanpa pemasukan dari penjualan.
Karena itulah, menurut laporan dari Gianluca Di Marzio, Juventus kini menyiapkan langkah drastis: mereka akan menawarkan pemutusan kontrak kepada Vlahovic. Dalam beberapa hari ke depan, manajemen Juventus dijadwalkan bertemu dengan agen sang pemain untuk membicarakan hal ini secara langsung.
Pemutusan kontrak jelas bukan skenario ideal bagi kedua belah pihak. Juventus akan kehilangan pemain bintang tanpa mendapatkan dana transfer, sementara Vlahovic juga harus mencari klub baru tanpa jaminan nilai kontrak yang sama.
Namun, jika tidak ada jalan tengah, pilihan ini bisa menjadi satu-satunya solusi untuk menghindari konflik panjang yang dapat mengganggu atmosfer internal tim. Terlebih lagi, Juventus saat ini sedang melakukan restrukturisasi skuad untuk menyambut era baru di bawah kepemimpinan Igor Tudor.
Dusan Vlahovic sebelumnya sempat menjadi properti panas di bursa transfer, dengan sejumlah klub Liga Inggris dan Spanyol dikabarkan memantau situasinya. Jika kontraknya benar-benar diputus, striker 25 tahun itu bisa menjadi target gratisan paling diburu pada musim panas mendatang.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Vlahovic maupun Juventus. Namun, tanda-tanda perpisahan makin nyata seiring dengan dinamika negosiasi yang mengarah pada jalan buntu.