Puel juga sukses membawa The Saints menembus final Piala Liga Inggris meski kandas 2-3 dari Manchester United. Sayang di akhir musim dia didepak karena manajemen Southampton tak puas melihat tumpulnya daya gedor tim yang hanya mencetak 41 gol dari 38 pertandingan Premier League.
“Suatu keistimewaan menjadi pelatih baru Leicester City, klub yang nilai-nilai dan ambisinya begitu sesuai dengan saya,” tutur mantan pelatih AS Monaco, Lille, Olympique Lyonnais, dan Nice, itu.
“Kesempatan membantu klub membangun pencapaian-pencapaian terkininya belakangan ini merupakan hal yang menyenangkan dan saya tidak sabar untuk bekerja dengan para pemilik, pemain, staf, dan penggemar untuk mengantarkan kesuksesan jangka panjang,” lanjutnya.
Sejak secara mengejutkan juara Premier League 2015/2016, Leicester tampil sempoyongan yang membuat Claudio Ranieri didepak dari kursi kepelatihan sembilan bulan setelah dia membawa tim itu meraih gelar Premier League perdananya.
Shakespeare ditunjuk menggantikannya dan menyelamatkan mereka dari degradasi dan finis di peringkat ke-12 musim lalu. Namun, musim ini, The Foxes kembali limbung dan terperosok ke zona merah yang membuat Shakespeare didepak.
Kemudian, untuk sementara James Vardi dkk diasuh Asisten Pelatih Michael Appelton yang menghadirkan dalam dua kemenangan yang membuat mereka naik ke peringkat 14. Minggu (29/10/2017), Puel akan memulai tugasnya menemani tim menjamu Everton di King Power Stadium.