“Lawan musuh A bisa menguntungkan, lawan musuh B bisa jadi rugi,” ujarnya.
Jonatan menegaskan tidak ingin terjebak dalam situasi yang dianggap menguntungkan atau merugikan. Fokus utama dia adalah mencari solusi di lapangan.
“Tidak ada perasaan dengan kondisi seperti ini saya diuntungkan. Hanya bagaimana cara mengatasinya saja, lawannya siapa, dengan keadaan seperti ini, harus berbuat apa,” tuturnya.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Jonatan untuk menghadapi laga berikutnya di perempat final. Konsistensi permainan dan kemampuan beradaptasi akan kembali diuji untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di BAC 2026.