Jersey kandang musim depan diprediksi mendapat sambutan hangat, terutama dari suporter lama. Adidas disebut memberi penghormatan pada jersey legendaris Candy musim 1989 dengan motif khas. Musim tersebut membawa Liverpool juara liga di bawah Kenny Dalglish, meski juga dikenang sebagai periode kelam akibat Tragedi Hillsborough.
Sementara itu, jersey tandang mengambil inspirasi dari desain putih Crown Paints tahun 1986. Pada musim itu, Dalglish mencatat sejarah sebagai satu-satunya pemain-manajer yang menjuarai liga, sekaligus mengawinkannya dengan trofi Piala FA. Ian Rush juga mencetak 33 gol di semua kompetisi pada musim tersebut.
Berbeda dengan dua jersey lain, kostum ketiga justru menyimpang dari tradisi. Desain merah-hitam berpola blok dinilai terlalu ramai. Penggunaan celana hitam juga menuai perhatian, mengingat warna tersebut identik dengan rival abadi Manchester United.
Reaksi suporter di media sosial pun terbelah. Seorang pengguna X menulis, “Sedikit kecewa dibanding bocoran sebelumnya. Pola kotak di jersey ketiga seharusnya dipertahankan.”
Pengguna lain menambahkan, “Jersey ketiga terlihat buruk. Jersey kandang bagus, satu-satunya yang mendekati kualitas musim ini.”
Komentar lain berbunyi, “Ini luar biasa, saya tidak suka jersey ketiga, tapi kandang dan tandang, ambil uang saya.”
Ada juga pendapat berbeda, “Jersey kandang ini sepanjang masa, tinggal butuh logo trefoil.”
Namun, seorang pengguna menutup dengan nada kritis, “Suka jersey ketiga, tapi sulit membayangkan kapan dipakai. Tidak suka jersey kandang, membawa kembali kenangan buruk.”
Meski menuai pro dan kontra, bocoran ini belum tentu merepresentasikan versi final. Dalam banyak kasus, desain akhir kerap mengalami penyesuaian sebelum resmi dirilis ke publik.